SELAMAT DATANG DI BUDYLAST.BLOGSPOT.COM
Tampilkan postingan dengan label MATEMATIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATEMATIKA. Tampilkan semua postingan

Matematika dan Bilangan Prima

Bilangan prima adalah dasar dari matematika, termasuk salah satu misteri alam semesta. Tidak pernah terbayangkan oleh manusia sebelumnya, sampai ditemukan bahwa bilangan prima juga merupakan dasar dari kehidupan alam, yang dengan usaha keras ingin dijelaskan oleh ilmu ini dalam sains. Pandangan orang umumnya mengatakan bahwa matematika hanyalah penemuan manusia biasa. Sebaliknya, beberapa pemikir masa lalu - Pythagoras, Plato, Cusanus, Kepler, Leibnitz, Newton, Euler, Gauss, termasuk para revolusioner abad ke-20, Planck, Einstein dan Sommerffeld - yakin bahwa keberadaan angka dan bentuk geometris merupakan konsep alam semesta dan konsep yang bebas (independent). Galileo sendiri beranggapan bahwa matematika adalah bahasa Tuhan ketika menulis alam semesta.


Bilangan Prima dan Rencana Penciptaan


Salah satu teka-teki lama yang belum sepenuhnya terpecahkan adalah bilangan prima. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya dapat habis dibagi oleh bilangan itu sendiri dan angka 1. Angka 12 bukan merupakan bilangan prima, karena dapat habis dibagi oleh angka lainnya 2, 3, dan 4. Bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, .... dan seterusnya. Banyak bilangan prima tidak terhingga. Tidak peduli berapa banyak kita menghitung, pasti kita akan menemukan bilangan prima, walaupun mungkin makin jarang_ Hal ini menjadi teka-teki kita, jika kita ingat bilangan ini tidak dapat dibagi oleh angka lainnya. Salah satu hal yang menakjubkan, dalam era komputer kita memberikan kodetifikasi semua hal yang penting dan rahasia, di bank, asuransi, dan perhitungan-perhitungan peluru kendali, security system dengan enkripsi, dalam angka jutaan bilangan-bilangan yang tidak habis dibagi oleh angka lainnya. Ini diperlukan karena dengan penggunaan angka lain, kodetifikasi tadi dapat dengan mudah ditembus.

Fenomena inilah yang ditemukan ilmuwan dari Duesseldorf (Dr. Plichta), sehubungan dengan penciptaan alam, yaitu distribusi misterius bilangan prima. Para ilmuwan sudah lama percaya bahwa bilangan prima adalah bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua makhluk (spesies) berintelegensia tinggi, sebagai komunikasi dasar antarmereka. Bahasa ini penuh misteri karena berhubungan dengan perencanaan universal kosmos.

Bilangan lain yang perlu diketahui adalah sisa dari bilangan prima, yakni bilangan komposit, kecuali angka 1, yaitu 4, 6, 8, 9,10,12,14,15, .... dan seterusnya. Dengan kata lain, bilangan komposit adalah bilangan yang terdiri dari minimal dua faktor prima. Misalnya :

6 = 2 x 3 = 2 . 3
30 = 2 x 3 x 5 = 2 . 3 . 5
85 = 5 x 17 = 5 . 17

Selain itu, dikenal pula bilangan khusus, yang disebut prima kembar, yaitu bilangan prima yang angkanya berdekatan dengan selisih 2. Misalnya :

(3,5)
(5,7)
(11,13)
(17,19)

dan seterusnya.

Mayoritas ahli astrofisika juga percaya bahwa di alam semesta terdapat  "kode kosmos"  atau yang disebut cosmic code based on this order,  yang dikenal juga sebagai Theory of Everything (TOE), yang artinya terdapat konstanta-konstanta alam semesta yang saling berhubungan berdasarkan perintah pendesain. Sekali perintah tersebut dapat dipecahkan, maka hal ini akan membuka pandangan sains lainnya yang berhubungan.
Read More

PENDEKATAN PEROSES KELOMPOK DALAM PENGELOLAAN KELAS

Pendekatan secara kelompok dapat dibilang juga sebagai pendekatan sosio-psikologis yang dipilih melalui psikologi social dan dinamika kelompok. Pokok-pokok pendekatan ini berlatar belakang atas dasar:
1. kegiatan sekolah berlangsung dalam suasana kelompok yaitu kelompok kelas.
2. tugas pokok guru adalah mengembangkan dan mempertahankan suasana kelompok kelas yang efektif dan produktif.
3. kelompok kelas sebagai suatu system social yang memiliki ciri-ciri sebagaimana system social lainnya.
4. Tugas guru dalam mengelolaan kelas yaitu mengembangkan dan mempertahankan kondisi yang kondusif.

Unsur-unsur pengelolaan kelas.
Menurut schmuk ada 6 unsur dalam pengelolaan kelas yaitu: harapan, kepemimpinan, kemenarikan, norma, komunikasi dan keeratan hubungan.

1.Harapan
Merupakan persepsi yang ada pada guru dan siswa yang saling berkaitan.suatu kelompok kelas yang efektif akan terjadi apabila harapan yang berkembang pada diri siswa dan guru adalah tepat, realistis, dan secara jelas dimengerti oleh siswa dan guru. Tingkah laku guru menampakan harapan-harapan yang brkenan dengan tingkah laku siswa, sebagai contoh: seorang siswa pasti mengikuti segala sesuatu yang diajarkan oleh gurunya, jika diajarkan baik, maka tentunya akan baik, dan jika sebaliknya maka akan buruk.
2.Kepemimpinan
Dapat diartikan sebagai tingkah laku yang mendorong suatu kelompok untuk bergerak kea rah suatu tujuan yang ingin dicapai. Tingkah laku tidak dapat dipisahkan dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh anggota kelompoknya. Dalam kaitannya guru memiliki peluang besar dalam memerankan kepemimpinannya. Suatu kelompok kelas tercipta secara efektif apabila fungsi kepemimpinan dapat mengalir secara baik dan angota kelompok tersebut memiliki keinginan untuk menyelesikan tugas-tugas akademik dan tugas-tugas lain yang dibebankan. Dalam hal ini guru mengembangkan mutu interaksi dan produktivitas pada siswa dengan jalan melatih mereka menuju fungsi kepemimpinan.

3.Kemenarikan
Merupakan pola keakraban yang terdapat dalam kelompok kelas. Kemenarikan juga dapat diartikan sebagai hubungan persahabatan diantara para anggota kelompok kelas. Tingkat kemenarikan itu sejauh mana hubungan interpersonal yang dibangun antara guru dan siswa. Dengan demikian pengelolaan kelas yang efektif adalah mampu meningkatkan hubungan interpersonal antara guru dan murid. Sebagai contohnya, guru berusaha meningkatkan sikap menerima dari angota baru yang selama ini mereka tolak.

4.Norma
Adalah suatu pedoman tentang cara berpikir ,merasa, dan bertingkah laku yang diakui berama oleh anggota kelompok . norma sangat besar pengaruhnya terhadap hubungan interpersonal antara guru dan murid, sebab norma memberikan pedoman tentang apa yang ingin diharapkandari orang lain dan apa yang harus dilakukan terhadap orang lain. Dengan demikian tugas seorang guru adalah membantu kelompok untuk mengembangkan, menerima dan mempertahankan secara produktif. Norma-norma ini sebagai indicator bagi siswa dalam bertingkah laku.bagi para penganut pendekatan ini bahwa norma-norma yang produktif dapat dikembangkan dan norma yang tidak produktif dapat diubah, dengan usaha antara guru dan siswa melalui penerapan diskusi kelompok.

5.Komunikasi
Baik verbal maupun nonverbal merupakan dialog antara anggota kelompok. Komunikasi melibatkan kemampuan manusia untuk saling memehami ide-ide dan perasan orang lain. Dengan demikian komunikasi merupakan wahana yang memungkinkan terjadinya interaksi yang bermakna diantara anggota kelompok dan memungkinkan terjadinya peruses kelompok. Komunikasi efektif terjadi apabila si penerima menafsirkan secara tepat dan benar peruses yang disampaikan. Dalam hal ini tugas guru membuka saluran komunikasi yang memugkinkan semua siswa secara bebas mengemukakan pikiran dan perasaannya serta menerima pikiran dan perasaan yang dikomunikasikan kepada guru. Perlu juga diketahui guru berperan dalam membantu mengembangkan kemampuan khusus berkomunikasi.

6.Keeratan
Adalah rasa kebersamaan yang dimiliki oleh kelompok kelas atau merupakan jumlah dari keseluruhan rasa yang dimiliki dari seluruh anggota kelompok terhadap kelompok itu. Menurut schmuck dan schmuck ada beberapa alasan yang mendororong berkembangnya keeratan dalam kelompok:
1. Karena adanya minat yang besar terhadap tugas-tugas kelompok
2. Karena diantara para anggota saling menyukai atau adanya keakraban dan
3. Karena kelompok tersebut memberikan gengsi kepada para anggotanya.
Dengan demikian kelompok kelas adalah erat apabila sebagian besar anggota kelompok kelas , termasuk gurunya , merasa amat tertarik terhadap kelompok kelasnya itu secara keseluruhan.

Sebagai kesimpulan dari pendapat schmuck dan schmuck bahwa mereka menekankan pentingnya kemampuan guru untuk menciptakan dan mengelola kelompok kelas yang berjalan secara efektif dan terarah pada tujuan. Implikasi dari pendapat ini adalah
1. Guru bersama siswa perlu mengungkapkn harapan-harapan yang ada dalam hubungan interpersonal dan berusaha selalu memberikan dukungan kepada setisp siswa.
2. Guru hendaknya mewujudkan pengaruh-pengaruh yang bersifat terarah pada suatu tujuan ,membantu mengembangkan keterampilan kepemimpinan, dan mendorong siswa melakukan kegiatan- kegiatan kepemimpinan.
3. Guru hendaknya memperlihatkan empati dan membantu siswa mengembangkan saling pengertian yang disertai sikap empati diantara semua anggota kelompok.
4. Guru hendaknya membantu siswa mengatasi masalah atau konflik antara peraturan sekolah, norma kelompok, dan sikap individu siswa.
5. Guru diharapkan mampu mewujudkan dan mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif .
6. dan guru hendaknya meningkatkan keeratan kelompok dengan menumbuhkan dan mempertahankan kelompok kelas .

JENIS –JENIS KEGIATAN PENGELOLAN KELAS
Menurut Johnson dan Bany ada dua jenis pengelolaan kelas yang paling penting yaitu: pemudahan(fasilition) dan mempertahankan(main essence).

1.Pemudahan (fasilition)
Merupakan tingkah laku pengelolaan yang mengembangkan atau mempermudah perkembangan kondisi-kondisi positif di dalam kelas. Menurut Johnson dan Bany ada 4 jenis kegiatan pemudahan yatu:
1. mengusahakan terbinanya kesatuan dan kerjasama diantara siswa dan guru adalah sangat diperlukan dan bermanfaat ini tergantung dari adanya rasa suka menyukai antara kelompk dan tugas guru membuat keanggotan di dalam kelompok menjadi menarik dan terkesan. Menurut Johnson dan Bany menegaskan bahwa keeratan tergantung dari frewkuensi dan besarnya interaksi antar siswa,struktur yang ad di dalam kelompok kelas, serta pemahaman anggota kelompok.
2. mengembangkan aturan dan prosudur kerja agar tercitanya suatu kedisiplinan ini merupakan tuntunan bertingkah laku sebagaimana diharapkan dalam suasana tertentu dan berkaitan dengan interaksi dalam suasana pengajaran . misalnya suatu aturan memaparkan apa yang harus dilakukan dalam suasana latihan kebakaran dan suasana kerja mengatur bagaimana tingkah laku siswa setelah selesai mengerjakan tugas tertulis di dalam kelas.
3. menerapkan kondisi-kondisi positif menerapkan cara-cara pemecahan masalah merupakan strategi yang baik dipakai dalam pendekatan proses kelompok. Proses pemecahan masalah meliputi:
1. mengenali(mengidentifikasi) masalah
2. menganalsis masalah
3. mempertimbangkan alternatif pemecahan
4. menilai hasil pemecahan dan memperoleh umpan balik.
4. menyesuaikan pola tingkah laku kelompok yang ada dalam kelompok kelas mengubah tingkah laku kelompok menggunakan teknik-teknik yang telah direncanakan yang mirip dengan pemecahan masalah kelompok . perbedaannya terletak peroses pemecahan masalah,,sedangkan proses pengubahan bertujuan agar cara-cara pemecahan yang telah ditetapkan dapat diterima. Secara ringkas tingkah laku pemudahan dalam kelas yang dilakukan guru meliputi: mendorong keeratan kelompok,mengusahakan diterimanya aturan-aturan , membantu pemecahan masalah , dan memperkuat norma dan tingkah laku kelompok.
2. Mempertahankan(main essence)
Merupakan tingkah laku pengelolaan untuk memperbaiki atau mempertahankan kondisi-kondisi efektif di dalam kelas. Menurut Johnson dan Bany ada 3 jenis kegiatan mempertahankan yaitu:
1. mempertahankan dan memperbaiki semangat sangatlah penting karena semangat kelas sangat mempengaruhi produktivitas kelas. Perlu diketahui ada beberapa factor yang mempengaruhi semangat kelompok yaitu: tingkat keeratan kelompok,besarnya interaksi dan komunikasi antar anggota kelompok, pemahaman terhadap tujuan bersama ,pemahaman terhadap halangan- halangan yang dihadapi, dan kondisi lingkungan yang menyebabkan timbulnya kecemasan, ketegangan, atau akibat negative lainnya
2. mengatasi konflik mengatasi pertentangan dalam kelompok kelas merupan tugas berat bagi guru, kekasaran atau sifat agresif amat mengganggu dan dapat menimbulkan tindakan-tindakan yang promosional. Suatu proses untuk mengatasi konflik yaitu: susun suatu pedoman untuk didiskusikan, ungkap perbedaan-perbedaan pandangan terhadap suatu kejadian, ungkapkan dengan jelas apa yang terjadi,kaji dan kenali sebab- sebab konflik kembangkan kesepakatan sebab-sebab konflik dan penyelesaian konflik itu dan selenggarakan penilaian positif terhadap usaha-usaha kelompok dalam mengatasi masalah.
3. mengurangi masalah-masalah pengelolaan disini peran seorang guru harus benar- benar memahami kelompok kelas dan mampu memperkirakan pengaruh-pengaruh yang datang dari luar kelompok. Dalam memperkecil timbulnya masalah pengelolaan kelas, guru dapat mempergunakan strategi pokok yaitu:
a. Melaksanaan tindakan pemudahan dan mempertahankan efektif demi kelompok kelas.
b. Mendiagnosis dan menganalisis keadaan kelompok kelas itu dan melakukan usaha berdasarkan hasil diagnosis dan analisis itu.
Read More

TIPS DAN TRIK BELAJAR MATEMATIKA

Yes, You Can Learn Math !!! Get a “can do” attitude. Kalimat inilah  yang seharusnya dalam pikiran Anda. Hal tersebut pasti membuat Anda lebih percaya diri dalam mengerjakan soal Matematika.

Jika Anda terampil berolahraga, bermain musik, menari dan lain-lain, Anda pastinya juga dapat mengerjakan soal Matematika. Berikut tips untuk Anda.
1. Berlatih Matematika Sedikit Demi Sedikit Setiap Hari

Hal ini akan membangkitkan rasa percaya diri Anda dan menghilangkan rasa panik/grogi pada waktu ujian Matematika.
2. Memahami Pentingnya Manfaat Belajar Matematika

Jika Anda pelajar SMP atau SMA, berpikirlah realistis bahwa di perkuliahan membutuhkan kemampuan Matematika (aljabar) untuk mendapatkan gelar Sarjana. Beberapa jurusan, misalnya Kimia, Kedokteran, Manajemen, Akuntansi, Teknik Elektro, Statistik dan lain-lain membutuhkan ketrampilan dalam bidang Matematika.
Setelah Anda memperoleh gelar Sarjana, tentu saja Anda ingin bekerja sebagai tenaga profesional. Sebagian besar pekerjaan profesional  setidaknya membutuhkan kemampuan Matematika. Tentu saja tidak hanya hitung menghitung, melainkan juga kemampuan berpikir analitis, kemampuan problem solving yang baik, berlogika dan lain-lain. Jadi, pikirkanlah dari sekarang bahwa hampir semua bidang dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan Matematika.
3. Rajin Hadir dan Aktif Pada Waktu Pelajaran Matematika

Topik-topik dalam Matematika merupakan topik yang saling terkait dan tidak dapat dipisah-pisahkan sekalipun itu merupakan konsep baru. Ini berarti bahwa pelajaran hari ini merupakan prasyarat untuk besok. Masalah-masalam dalam konsep baru membutuhkan ketrampilan sebelumnya. Misalnya, dapatkah Anda memecahkan soal yang berkaitan dengan pecahan, jika Anda tidak mengetahui konsep perkalian. Kehadiran Anda setiap hari, akan membantu Anda untuk memahami sedikit  demi sedikit, sehingga pada ujian akhir tidak terlalu banyak yang dipelajari.
4. Kerjakan Selalu Tugas Anda

Ini kelihatannya sederhana, tetapi waktu Anda sangatlah terbatas. Di sekolah

Anda tidak hanya memiliki tugas matematika, tetapi tugas yang lain pastilah cukup banyak dan mengantri untuk dikerjakan dan seterusnya. Berpikirlah begini: “Tidak ada pekerjaan rumah, tidak ada latihan”. Pekerjaan rumah (PR) membantu Anda berlatih terapan dari konsep-konsep Matematika.  Seperti halnya ketika kita berlatiha menyetir mobil. Semakin banyak kita sering berlatih, maka kemampuan kita untuk mengendarai akan semakin baik dan lebih percaya diri ketika di jalan. Jika Anda hanya berlatih secara teori saja dengan membaca buku manual, Anda tidak akan pernah berlatih dengan kepercayaan diri dan ketrampilan. Saya menyarankan pada Anda untuk berlatih materi pengayaan agar bisa lebih maksimal.
5. Mencoba Untuk Memahami Soal Matematika

Ketika mengerjakan pekerjaan rumah, tanyakan pada diri Anda, apa yang ingin kamu cari dan bagaimana kamu mendapatkan hasilnya. Jangan hanya mengikuti contoh. Kerjakan setiap permasalahan, tahap demi tahap sampai kamu mengerti, mengapa kamu mengerjakan dengan cara demikian dan sampai pada solusinya. Jika Anda mengikuti apa dan mengapa, kamu akan mengetahui apa yang harus kamu kerjakan ketika Anda mengerjakan soal yang mirip.
6. Gunakan Kartu Indeks Untuk Persiapan Ujian

Ketika Anda mengerjakan soal ujian, pastikan bahwa Anda mengerti dengan

permasalahan-permasalahan untuk setiap konsepnya sebagaimana Anda pernah mengerjakannya. Buatlah kartu-kartu indeks yang berisi soal-soal latihan. Acak kartu-kartu tersebut, kemudian aturlah waktu Anda.Kerjakan soal-soal tersebut tanpa membuka buku satu persatu. Hal ini akan memberikan pengalaman seperti halnya simulasi ujian.
7. Bertanya di Kelas

Jangan segan untuk bertanya. Guru Anda tidak akan menertawai dengan pertanyaan yang Anda ajukan. Justru guru akan merasa senang dengan pertanyaan Anda, karena Anda telah berusaha untuk memahami penjelasannya.
8. Bertanya di Luar Kelas

Jika Anda merasa segan bertanya di dalam kelas, cobalah untuk bertanya di kantor guru atau di tempat lain. Jangan pernah merasa terlambat untuk bertanya.
9. Periksa Tugas Rumah Anda

Pastikan bahwa ketika Anda berhasil mengerjakan perkerjaan rumah Anda, cobalah untuk membukanya kembali dan jangan sampai Anda lupakan, Konsep Matematika merupakan konsep yang berkesinambungan, sehingga janganlah mencoba untuk melupakan materi sebelumnya.
10. Perhatikan Guru di Kelas

Matematika seperti bola salju. Jika Anda tidak memperhatikan peringatan dari guru Anda ketika presentasi, Anda akan ketinggalan konsep penting dalam latihan. Ingat, informasi hari ini merupakan pondasi/dasar untuk esok.
11. Jangan Banyak Bicara di Kelas

Jika Anda punya pertanyaan, silahkan langsung tanyakan pada guru Anda dan  jangan Anda malah ngobrol sendiri atau berbicara dengan teman Anda. Informasi dari teman kelas Anda mungkin saja bisa salah. Cobalah untuk tidak berbicara hal-hal di luar pelajaran agar Anda bisa lebih fokus.
12. Baca dan Pelajarilah Buku Teks Matematika Anda

Yap, ada banyak alasan mengapa Anda mengeluarkan uang untuk membeli buku Matematika. Jika Anda perhatikan baik-baik, Anda akan melihat bahwa buku Anda berisi halaman-halaman dengan contoh soal yang baik, penjelasan dan definisi istilah-istilah. Pelajari baik-baik buku Anda dan janganlah sia-siakan buku yang sudah Anda beli.



Read More

BELAJAR MATEMATIKA YANG MENYENANGKAN

Kita tentu sudah memahami bahwa dalam proses belajar kadang terjadi kejenuhan yang membuat para peserta didik menjadi tidak semangat, hilang konsentrasi, bahkan ada yang merasa bosan sampai merasa malas mengikuti sebuah proses pembelajaran. Ini sering terjadi pada mata pelajaran yang membutuhkan konsetrasi dan fisik yang baik. Guru memberikan materi pelajaran tanpa memperhatikan bagaimana kondisi peserta didik dan suasana kelas. Peserta didik dipaksa menerima semua materi tanpa diberikan kesempatan memikirkan, tidak diberi ruang untuk berekspresi, bahkan yang lebih memprihatinkan peserta didik seperti disuapi tanpa ditanya tentang perasaan mereka. Inilah cermin pendidikan kita yang terlalu mengejar sebuah target lulus KKM, masuk jurusan IPA, lulus UJIAN NASIONAL, bahkan lulus UJIAN MANDIRI tanpa memperhatikan apakah pelajaran ini bermakna bagi para peserta didik.
Target yang terlalu dikejar tanpa perencanaan dan pengelolaan pembelajaran yang baik akan mematikan kreativitas peserta didik untuk berekspresi, untuk memahami apa guna materi pelajaran ini, bahkan peserta didik tidak tahu kenapa mereka harus belajar materi ini.
Mungkin sudah saatnya pengejaran target ini kita harus padukan dengan apa tujuan belajar yang sudah kita pahami selama ini dari buku – buku teori pendidikan, dari hadist Nabi, bahkan dari petuah para pendidik macam KI HAJAR DEWANTARA. Jadi selain target tercapai, para peserta didik mendapatkan kebermaknaan dalam belajar. Yang pasti kita semua pasti berharap para peserta didik tidak hanya hafal secara teori tapi dapat mempraktekkannya pada kehidupan yang nyata.
Ayolah… kita semua harus berubah demi kemajuan pendidikan INDONESIA yang kita cintai, jangan sampai apa yang kita perjuangkan selama ini menjadi sia – sia. Memang tidak sepenuhnya kita gagal, bahkan kita sering menjadi yang terbaik dalam olimpiade. Tapi lihatlah para juara OLIMPIADE kita, mereka meneruskan dimana? Terus akhirnya bekerja di mana? Sedih banget rasanya…
Salah satu mata pelajaran selalu menjadi bidikan kesalahan adalah pelajaran matematika. Pada umumnya semua mata pelajaran bermuara pada satu prinsip, yaitu berpikir logika. Dalam matematika prinsip berpikir logika ini sangat dibutuhkan, bahkan menjadi pondasi utama dalam memahami tiap materi yang diajarkan. Tidak ada satupun materi dalam matematika yang terpisah dan tidak berhubungan. Tiap materi yang dipelajari akan menjadi prasyarat bagi materi selanjutnya. Jadi kalau kita hanya mengandalkan daya ingat atau hafalan saja, sudah pasti akan membuat kelelahan pada otak kita sehingga kita akan mengalami ketidakbermaknaan dalam belajar.
Terus gimana caranya agar belajar matematika itu menyenangkan?? Mungkin ini tips untuk para guru agar dapat membuat peserta didik mendapatkan kebermaknaan dalam belajar di sekolah.
1. Perencanaan mengajar yang matang
Para pendidik dalam hal ini guru di sekolah harus mau meluangkan waktu untuk membuat persiapan dalam mengajar. Memang pada dasarnya itu adalah merupakan kewajiban atau tugas dari seorang guru, tapi kadang para guru tidak mempersiapkan apa yang akan diajarkannya sehingga apa yang diperbuatnya seringkali adalah spontanitas di lapangan. Rencana pelaksanaan pengajaran jangan sampai dibuat hanya untuk memenuhi kewajiban saja tanpa dibuat dengan sungguh – sungguh dengan memperhatikan dan mengkoreksi apa kelebihan dan kekurangan yang telah kita lakukan. Sekali lagi sebelum masuk kelas dan berhadapan dengan peserta didik, guru harus mempunyai persiapan yang matang. Ingatlah ” Kemenangan dalam suatu perang bukan dilihat pada saat perangnya tetapi dilihat dari persiapannya”
2. Matematika bukanlah pelajaran hafalan
Ini harus dilakukan oleh para guru!!! Matematika bukan hafalan dan hafalan bukan inti matematika. Matematika adalah pelajaran yang menyenangkan dan membuat logika berpikir kita baik. Tanamkan hal itu pada peserta didik kita sehingga phobia yang mungkin pernah mereka alami dapat kita kikis.
3. Siapkan Narasi dan pengetahuan tentang materi yang diajarkan
Mengajar pada intinya adalah bercerita tentang suatu materi. Lalu bagaimana kita dapat memberikan pelajaran yang menyenangkan kepada peserta didik kalau kita saja tidak dapat menceritakan tentang materi yang akan kita ajarkan. Jangan sampai kita selalu masuk pada inti pelajaran dengan memberikan rumus – rumus dan poin – poin saja, jelas ini sangat membosankan. Berikan narasi atau analog dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga para siswa dapat menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya. Para guru juga harus mampu memberikan gambaran tentang manfaat dan kegunaan tiap materi dalam kehidupan sehari – hari, sehingga para siswa dapat membayangkannya jika mereka mampu menguasai materi ini mereka akan menjadi apa.
4. Perhatikan suasana kelas
Kadang kita memulai pelajaran di kelas dengan amat tergesa – gesa karena mungkin kita merasa harus mengejar target materi ini harus selesai dalam berapa kali pertemuan tanpa memperhatikan kondisi kelas yang kita masuki. Perhatikanlah kelas yang kita masuki dengan melihat sekeliling kelas, apakah para peserta didik sudah masuk semua? Apakah para peserta didik sudah siap belajar? Apakah kelas dalam keadaan bersih? Atau apapun yang menurut kita dapat mengganggu proses belajar mengajar harus kita singkirkan dulu, sehingga apa pada pelaksanaannya nanti tidak akan ada faktor yang menghambat. Berilah pertanyaan kepada para peserta didik, apakah sudah siap belajar? Apa kabarnya hari ini? Jadi sudah ada komunikasi yang baik sebelum pelajaran dimulai.
5. Jadilah guru yang tidak menggurui
Setiap manusia punya potensi, punya kemampuan, punya keinginan, dan punya ekspresi masing – masing terhadap hal. Kita harus pahami bahwa peserta didik kita itu adalah manusia – manusia yang unik dengan tingkat kemampuan, pemahaman, dan keinginan yang pasti berbeda – beda. Berikan mereka kesempatan berekspresi dalam pelajaran kita dengan memberikan komentar, pertanyaan, bahkan sanggahan sekalipun. Dengarkan dan perhatikanlah apa yang mereka sampaikan dan ekspresikan terhadap materi yang kita ajarkan, sehingga kita dapat menghindari bahwa kita adalah manusia yang paling pintar di kelas tersebut. Hindari keinginan untuk menggurui mereka agar mereka dapat memberikan respon positif terhadap materi yang kita sampaikan
6. Berikan pemikiran positif pada peserta didik
Kamu itu punya kemampuan! Sedikit lagi jawaban kamu benar! Itu mungkin kata yang sering kita lupakan. Kadang jika peserta didik kurang memahami, kita menganggap mereka tidak bisa tanpa memberikan semangat yang positif. Kita jatuhkan mereka ke dalam perasaan bersalah karena tidak paham atas apa yang sedang dibicarakan, kita hancurkan keinginan mereka tanpa melihat usaha mereka memahami. Pacu semangat mereka dengan kata – kata positif yang akan membangun kekuatan besar dalam hati dan pikir mereka, sehingga mereka merasa mempunyai kemampuan untuk memahaminya.
Read More